SELAMAT DATANG DI MAMATANGKAS.

Friday, August 27, 2021

Demo BesarBesaran di Prancis Tolak Aturan Wajib Vaksinasi "Langgar HAM"

 

ANTARA FOTO/REUTERS/Benoit Tessier


Mama Tangkas - Demonstrasi besar-besaran terjadi di Prancis pada Sabtu (31/7/2021), di tengah pandemi COVID-19. Demonstrasi ini dilakukan karena bertentangan dengan kebijakan baru pemerintah Prancis dalam menangani COVID-19.


Di Paris, para demonstran ini berbaris di jalan-jalan utama. Protes juga pecah di kota-kota lain seperti Marseille, Lyon, Montpelier, Nantes dan Toulouse. Mereka kemudian berteriak, "Ini adalah kediktatoran kesehatan!"


"Tidak ada vaksinasi, tidak ada izin kesehatan!" teriak mereka dalam protes yang melibatkan berbagai gerakan sosial dan politik, dilansir Financial Times, Minggu (1/8/2021).


Demonstrasi menentang vaksin wajib sebagai syarat kegiatan di tempat umum


Demonstrasi ini dilakukan karena publik menentang langkah baru Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam menangani COVID-19.


Menurut Reuters, kebijakan yang ditentang oleh warga negara Prancis adalah kewajiban untuk menunjukkan bukti bahwa mereka telah divaksinasi COVID-19 atau memiliki tes negatif baru-baru ini dalam perjalanan. Pengunjung museum, bioskop, atau kolam renang akan ditolak masuk jika tidak dapat menunjukkan kartu sehat.


Parlemen Prancis menyetujui undang-undang baru minggu lalu. Undang-undang mewajibkan vaksinasi bagi petugas kesehatan dan memperluas persyaratan untuk izin medis bagi mereka yang pergi ke bar, restoran, pameran dagang, kereta api, dan rumah sakit.


Demonstran menganggap peraturan baru tentang kartu vaksinasi melanggar hak asasi manusia


Demonstran menyerukan 'Kebebasan!' dan 'Tidak untuk izin kesehatan!'. Anne, seorang guru yang berdemonstrasi di Paris, mengatakan ini adalah protes pertama dalam hidupnya. Ia ikut demonstrasi karena menilai kebijakan pemerintah itu melanggar hak asasi manusia.


"Saya pikir kebebasan kita dalam bahaya," tambahnya.


Demonstran lain, Catherine Largo (42) mengatakan dia punya hak untuk memilih apakah dia ingin divaksinasi atau tidak.


"Ini adalah vaksin eksperimental, kami tidak tahu apa semua efek sampingnya bagi diri kita sendiri atau anak-anak kita," kata Catherine, yang bekerja sebagai asisten dokter gigi, dilansir Financial Times.


Lebih dari 200 ribu orang ambil bagian dalam demonstrasi, 19 orang ditangkap


Melansir France24, Minggu (1/8/2021), demonstrasi ini telah terjadi selama tiga pekan berturut-turut. Jumlah demonstran terus bertambah sejak dimulainya protes.


Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan ada 204.090 peserta berdemonstrasi di seluruh Prancis. Dari jumlah itu, 14.250 orang berdemonstrasi di Paris. Jumlah ini, menurut dia, lebih banyak 40 ribu dari pekan lalu.


Para pengunjuk rasa melukai tiga petugas polisi di Paris. Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin mengatakan 19 demonstran ditangkap, 10 di antaranya ditahan di Paris.


Pihak berwenang masih berjaga-jaga hingga saat ini. Pihak berwenang berusaha menghindari terulangnya peristiwa minggu lalu, yaitu bentrokan antara polisi dan demonstran di Champs-Elysees.