SELAMAT DATANG DI MAMATANGKAS.

Tuesday, August 3, 2021

Satgas COVID-19 Banyuwangi Deteksi Klaster Hajatan, 36 Positif Satu Meninggal

 

Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock

MAMA TANGKASSatuan Tugas COVID-19 Banyuwangi mendeteksi klaster acara hajatan di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. Hasil tracing secara bertahap menyebutkan ada 36 orang yang dinyatakan positif COVID-19. Dari jumlah itu, 6 di antaranya sembuh dan 1 meninggal.


Klaster hajatan memicu peningkatan kasus positif di Banyuwangi

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menjelaskan, jumlah kasus COVID-19 di Banyuwangi selama dua pekan terakhir mengalami peningkatan. Klaster hajatan menjadi salah satu pemicunya.

“Kasus dimulai dari 29 Mei lalu. Dari hasil tracing dan testing dari klaster hajatan tersebut muncul 36 kasus COVID-19. Dari klaster itu, tercatat 6 orang sudah sembuh, 1 meninggal, dan sisanya dalam perawatan. Masih terus kami pantau dan lakukan tracing," kata Widji, Kamis (17/6/2021).

Rumah Sakit semakin kewalahan

Lebih lanjut, Widji mengatakan kapasitas ruang isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan COVID-19 itu mulai melemah seiring peningkatan kasus selama dua pekan terakhir. Hingga saat ini, jumlah kasus COVID-19 di Banyuwangi telah mencapai 6.755 dengan 190 orang menjalani perawatan.

“Sekarang memang ada peningkatan penggunaan tempat tidur (untuk pasien Covid-19), harapan kita angka bed occupancy ratio (BOR) yang mulai naik bisa kembali diturunkan,” ujarnya.


Serapan vaksin mencapai 334.000

Widji mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan protokol kesehatan, meski sudah mendapatkan vaksin. Karena orang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi dan menyebarkan virus. Apalagi kini ada varian delta yang sudah dinyatakan masuk ke beberapa wilayah di Tanah Air.

Ia juga meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas kerumunan seperti hajatan.

“Substansinya harus waspadai kegiatan hajatan, kerumunan berpotensi penyebaran COVID-19. Ketika orang buka masker di hajatan seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini serapan vaksin COVID-19 di Banyuwangi dari total 372.570 dosis vaksin yang diterima Banyuwangi, 89,9 persen atau sekitar 334.000 diantaranya telah disuntikkan ke masyarakat. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sedang menunggu alokasi vaksin kembali dari pemerintah pusat.

“Persentase penyerapan vaksin dari total vaksin yang diterima itu adalah yang tertinggi di Jatim,” ujarnya.