SELAMAT DATANG DI MAMATANGKAS.

Monday, September 13, 2021

Harga Minyak Turun Dipengaruhi oleh Kontrak Arab Saudi dengan Negara Asia

 Harga Minyak Turun Dipengaruhi oleh Kontrak Arab Saudi dengan Negara Asia



Mama Tangkas - Harga minyak yang turun pada hari Selasa memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya. Ini disebabkan penurunan tajam harga kontrak minyak mentah Arab Saudi untuk Asia yang memicu kekhawatiran terhadap permintaan yang lebih lambat. Namun data ekonomi Tiongkok yang kuat dan penghentian produksi AS membatasi kerugian.


Harga minyak mentah berjangka Brent turun 53 sen atau 0,73 persen menjadi seharga USD 71,69 per barel, setelah turun sebanyak 39 sen pada hari Senin.


Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup 94 sen atau 1,36 persen lebih rendah pada nilai USD 68,35 per barel, tanpa harga penyelesaian untuk Senin dikarenakan liburan Hari Buruh di Amerika Serikat.


Saudi Aramco pada hari Minggu mengurangi harga jual resmi (OSP) Oktober terhadap semua kadar minyak mentahnya yang dipasarkan ke Asia setidaknya USD 1 per barel.


Pemotongan harga yang dalam menjadi tanda bahwa konsumsi di wilayah pengimpor utama dunia tetap bagus dan terjadi saat penguncian di seluruh Asia untuk memerangi varian Delta dari virus corona sudah mengaburkan prospek ekonomi.


Pada waktu yang sama, ekonomi AS menghasilkan lapangan kerja paling sedikit dalam tujuh bulan pada Agustus disebabkan oleh perekrutan di sektor rekreasi dan perhotelan terhenti di tengah kebangkitan infeksi COVID-19 yang membebani permintaan pada restoran dan hotel.


Harga minyak, didukung oleh indikator ekonomi Tiongkok yang kuat dan berlanjutnya pemadaman pasokan AS yang disebabkan oleh Badai Ida.


Impor minyak mentah Tiongkok naik 8 persen pada Agustus ketimbang bulan sebelumnya, data bea cukai menunjukkan karena penyuling melanjutkan pembelian menyusul persoalan kuota impor baru.


Ekonomi Tiongkok memperoleh dorongan karena ekspor secara tak terduga tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat pada Agustus atas permintaan global yang solid, membantu mengurangi tekanan dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu ketika melalui tantangan dari sejumlah bidang.


Lebih dari 80 persen produksi minyak di Teluk Meksiko tetap ditutup pasca Badai Ida, ucap regulator AS pada Senin, lebih dari seminggu setelah badai datang dan memporak porandakan infrastruktur penting di wilayah tersebut.



Situs Bolatangkas OnlineAgen Bolatangkas OnlineJudi Bolatangkas TerpercayaMama Tangkas