SELAMAT DATANG DI MAMATANGKAS.

Saturday, September 25, 2021

Produksi Mobil Jepang Kembali Dipangkas Dampak Dari Krisis Chip Semikonduktor

 

Sumber : global.toyota


Mama Tangkas - Krisis chip semikonduktor masih melanda industri otomotif. Hal ini memaksa produsen otomotif untuk memangkas produksi mobil mereka.


Berdasarkan laporan Nikkei Asia, beberapa produsen mobil di Jepang mengumumkan rencana untuk mengurangi produksi mobil. Tak tanggung-tanggung, produksi mobil dari beberapa pabrikan Jepang dipangkas menjadi 1 juta unit untuk tahun anggaran ini.


Pengurangan produksi mobil disebabkan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Asia Tenggara yang berdampak pada pasokan chip semikonduktor dari kawasan ASEAN.


Toyota melaporkan akan merevisi perkiraan produksi mobil global menjadi 9 juta unit. Sebelumnya, Toyota menargetkan produksi mobil mencapai 9,3 juta unit. Bulan ini, Toyota berencana mengurangi jumlah produksi mobil menjadi 70 ribu unit. Sementara pada Oktober diperkirakan Toyota harus memangkas lebih dari 330 ribu kendaraan.


Suzuki juga terkena dampak krisis chip yang cukup signifikan. Pabrikan yang berbasis di Hamamatsu, Jepang itu akan mengurangi produksi sebanyak 350.000 unit. Karena krisis chip juga, operasi Suzuki di Jepang, Thailand dan Hungaria akan dihentikan sementara. Sementara di India yang merupakan salah satu pasar terbesar, Suzuki diperkirakan hanya beroperasi sekitar 40% dari kapasitas normal bulan ini.


Sementara itu, Nissan telah mengumumkan akan mengurangi produksi sebesar 250.000 kendaraan. Honda juga memperkirakan penjualan turun 150.000 kendaraan sebagai akibat dari pengurangan produksi akibat krisis Chip. Mazda, Mitsubishi dan Subaru juga mengumumkan pengurangan produksi mobil. Kabarnya, penurunan total produksi seluruh mobil dari pabrikan Jepang mencapai 1,05 juta unit.


Beberapa produsen otomotif memprediksi kelangkaan komponen chip semikonduktor akan berlanjut hingga 2022. Bahkan, CEO Daimler AG memprediksi krisis chip semikonduktor bisa terjadi hingga akhir 2022 dan hingga 2023.


Dampak krisis chip semikonduktor tak lepas dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Hal ini mempersulit pemasok chip untuk memproduksi dan mengirimkannya. Sementara itu, perusahaan otomotif harus memangkas produksi mobil dan tertekan karena mempengaruhi penjualan unit secara keseluruhan. Hampir semua produsen telah mengurangi volume produksi dan bahkan menghentikan sementara operasi pabrik. Krisis chip juga telah menunda pengiriman mobil ke konsumen.



Situs Bolatangkas OnlineAgen Bolatangkas OnlineJudi Bolatangkas TerpercayaMama Tangkas