Mendikbud Nadiem Makarim, sumber foto: Istimewa
Pemerintah sudah mengindikasikan adanya perombakan alias reshuffle kabinet Indonesia Maju. Bahkan, kabarnya Presiden Joko Widodo "Jokowi" akan mengumumkan pergantian menterinya pekan ini.
Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira mengatakan perombakan itu terkait penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
“Sehingga sebenarnya reshuffle ini tidak ada kaitan dengan kinerja menteri, apalagi Mendikbud,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).
Performa Nadiem dinilai bagus dan penuh terobosan
Politisi PDI Perjuangan ini menilai kinerja Mendikbud Nadiem Makarim cukup baik. Bahkan, dia melihat Nadiem tengah mempersiapkan terobosan-terobosan dalam dunia pendidikan.
“Dengan merdeka belajar, kampus merdeka dan peningkatan status guru-guru honorer. Saya tidak melihat urgensi dan relevansi untuk reshuffle Nadiem,” ujarnya.
KSP isyaratkan reshuffle kabinet
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin juga mengisyaratkan perombakan tersebut. Menurut dia, Presiden Joko Widodo "Jokowi" bisa mengumumkan pergantian menteri pekan ini.
“Bagaimana keputusan-keputusan yang diambil presiden tidak membutuhkan waktu lama, makanya dalam pekan-pekan ini kita tunggu, tidak mustahil dalam pekan ini (reshuffle),” kata Ngabalin saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).
Ngabalin tidak menyebutkan berapa menteri yang akan diganti
Ngabalin tidak banyak berkomentar ketika ditanya berapa menteri yang kemungkinan akan dirubah. Begitu juga dengan menteri mana saja yang masuk dalam daftar. Ia meminta masyarakat menunggu keputusan Presiden Jokowi.
“Artinya begini, kalau nanti presiden menggangap satu, dua, menteri harus digeser, harus diganti, tidak ada yang bisa halangi presiden, karena hal itu hak prerogatif presiden. Beliau lakukan apa saja dijamin UUD kan. Jadi kata kuncinya kita tunggu sajalah," ujar Ngabalin.
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro isyaratkan pamit dari kabinet
Menurut Ngabalin, keputusan Jokowi melakukan reshuffle karena Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro sudah memberikan isyarat untuk pamit. Jadi, akan ada kekosongan jabatan.
“Pak Jokowi kan dalam kepemimpinannya hampir tidak ada yang tidak cepat, semua keputusan cepat, kemudian sudah begitu tidak tertunda-tunda,” kata Ngabalin.
Situs Bolatangkas Online, Agen Bolatangkas Online, Judi Bolatangkas Terpercaya
