SELAMAT DATANG DI MAMATANGKAS.

Wednesday, April 7, 2021

Varian Mutasi Virus Corona E484K Terdeteksi Sejak Februari di Indonesia

 

Ilustrasi, sumber foto: Ekorantt.com


Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan varian mutasi virus corona Eek atau E484K mulai masuk ke Indonesia. Mutasi virus ini terdeteksi pada Februari 2021.


“Spesimen bulan Februari ya karena ini kan surveilens (monitoring pemeriksaan genetik mutasi virus),” kata Nadia, Selasa (6/4/2021).


Pasien yang terdeteksi oleh varian ini sudah dalam keadaan sehat


Meski sudah terdeteksi sejak Februari 2021, Nadia menyatakan spesimen yang mendapat varian virus ini sudah tidak lagi terinfeksi COVID-19, artinya sudah dinyatakan sehat.


"Pasien sudah sehat dan tidak ada penularan dengan kontak eratnya," ujarnya.


Nadia meminta masyarakat tetap waspada


Nadia mengatakan varian virus corona E484K ini merupakan mutasi tunggal dan tidak perlu dikhawatirkan.


Meski demikian, dia tidak menampik bahwa masyarakat harus tetap waspada karena banyaknya mutasi yang mempengaruhi atau meningkatkan penularan.


“Tetap tetap waspada karena multipel mutasi yang bisa menyebabkan peningkatan penularan atau mempengaruhi efikasi seperti pada varian B1351 atau P1 yang mutasinya ada sampai 17 protein yang mutasi,” katanya.


Varian E484K merupakan mutasi dari B117


Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan upaya skrining dilakukan pada saat kedatangan warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) untuk mengantisipasi penularan virus E484K.


"Tentunya, pemerintah mempertahankan proses skrining WNA dan WNI yang datang dari luar negeri masuk ke Indonesia," kata Wiku seperti dikutip ANTARA.


Ia mengatakan, varian virus corona yang disebut E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Mutasi E484K terjadi pada protein spike. Mutasi yang sama juga ditemukan pada varian Afrika Selatan dan Brasil.

Situs Bolatangkas Online, Agen Bolatangkas Online, Judi Bolatangkas Terpercaya