SELAMAT DATANG DI MAMATANGKAS.

Wednesday, April 7, 2021

Wagub DKI Jakarta Klaim Vaksinasi di Jakarta Paling Cepat untuk Tangkis Ombudsman

 

Ilustrasi, sumber foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto


Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui, proses vaksinasi di Jakarta menghadapi sejumlah kendala. Namun, dia mengklaim vaksinasi di ibu kota berjalan paling cepat.


Diakuinya, kendala awal vaksinasi di Jakarta disebabkan oleh masuknya vaksin yang memakan waktu secara bertahap. Lalu, masalah kesiapan masyarakat dan staf untuk menggelar vaksinasi.


“Bukannya lamban. Pertama terkait vaksin, target dari pemerintah pusat kan baru dibuat demi percepatan. Sejujurnya kalau kita bicara jujur di Jakarta ini progres yang paling cepat melaksanakan vaksinasi,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Senin (5/4/2021).


Hal tersebut disampaikan setelah sebelumnya, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan DKI Jakarta Raya menemukan masalah keterlambatan vaksinasi di Jakarta.


Kejar suntikan 1,2 juta vaksin dalam dua minggu


Proses vaksinasi di DKI Jakarta masih berlangsung. Riza menjelaskan, pihaknya akan segera mengejar sisa 1,2 juta vaksin yang belum disuntikkan untuk masyarakat di DKI Jakarta. Riza menuturkan, jika ada 50-70 vaksinasi sehari, angka 1,2 juta itu bisa dikejar dalam dua pekan.


“Ya kita usahakan dalam dua minggu ke depan mudah-mudahan bisa terkejar, kita usahakan secepat mungkin,” ujarnya.


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan jumlah target vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pegawai negeri) sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.352.341 orang (45,1 persen) dan total vaksinasi dosis 2 saat ini mencapai 498.072 orang (16,6 persen).


Rinciannya, untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 121.850 orang (108,5 persen) dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 105.514 orang (94,0 persen), dengan target vaksinasi 112.301 orang.


Sedangkan pada kelompok lanjut usia, vaksinasi dosis 1 dilakukan untuk 488.136 orang (53,5 persen) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 83.786 orang (9,2 persen), dengan target vaksinasi 911.631 orang.


Pada kelompok pelayanan publik, vaksinasi dosis 1 diberikan kepada 742.355 orang (37,6 persen) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 308.776 orang (15,6 persen), dengan target vaksinasi 1.976.757 orang.


Ombudsman Jakarta Raya menemukan masalah keterlambatan vaksinasi di DKI Jakarta


Ada sejumlah kendala yang ditemukan oleh Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya terkait pelaksanaan vaksinasi di Jakarta. Pertama, proses verifikasi data pada setiap tahapan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02 / 4/1/2021, tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).


Kedua, pendataan bottom up, menjadi pekerjaan tambahan yang membebani tenaga kesehatan yang awalnya tidak siap dilibatkan dalam proses verifikasi, karena dirancang untuk proses pendataan top down.


“Inilah masalah kedua yang muncul, ketidaksiapan nakes dan kompetensi mereka dalam melakukan pemilahan data untuk diverifikasi,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/3/2021).


Ombudsman mengusulkan agar strategi vaksinasi diubah


Kondisi ini, kata Teguh, diperparah dengan kebijakan pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait target vaksinasi di setiap tahap yang berubah dengan cepat dan level otoritas yang mengeluarkannya.


Oleh karena itu Ombudsman mengusulkan agar pemerintah pusat mengubah strategi vaksinasi COVID-19 dengan pendekatan bertahap. Usulan ini untuk mempercepat proses vaksinasi dan mencapai imunitas kawanan seperti yang diharapkan, setelah pemeriksaan vaksinasi di Jakarta tidak berjalan sesuai harapan.


“Saran ini kami sampaikan setelah kami melakukan kajian terhadap program vaksinasi di Jakarta, yang tidak mencapai angka kecepatan seperti yang diharapkan,” kata Teguh.

Situs Bolatangkas Online, Agen Bolatangkas Online, Judi Bolatangkas Terpercaya